Negara China dan Korea Incar Industri Otomotif Indonesia, Pabrikan Jepang Waspada

GAET – Produsen otomotif asal China dan Korea Selatan semakin gencar berinvestasi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran merek dari kedua negara tersebut tentunya menyulut pasar mobil Indonesia yang sebelumnya didominasi oleh pabrikan Jepang. Apakah produsen mobil Jepang khawatir merek mereka akan mengambil alih merek mobil dari dua negara tetangga?

Seperti diketahui bersama, merek-merek mobil non Jepang mulai eksis dan stabil di industri otomotif Indonesia. Dari China ada Wuling, DFSK, juga Chery yang baru saja kembali ke Tanah Air setelah sempat hengkang.

Dari Korea Selatan ada merek Kia dan Hyundai. Khusus Hyundai, merek ini menanamkan investasi besar-besaran di Indonesia, bahkan berani memproduksi mobil listrik Ioniq 5 di pabrik barunya di Cikarang, Bekasi.

Baca juga 5 Kelebihan Mobil Hyundai Staria Wajib Kalian Diketahui

Negara China dan Korea Incar Industri Otomotif Indonesia, Pabrikan Jepang Waspada
foto : IIMS 2022

Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, menilai positif kehadiran merek-merek tersebut di Tanah Air. Sebab dengan demikian, konsumen bisa mendapatkan banyak pilihan.

Baca juga Negara China dan Korea Incar Industri Otomotif Indonesia, Pabrikan Jepang Waspada

“Daihatsu selalu mengatakan bahwa dengan banyaknya brand-brand baru yang bagus-bagus, itu pasti menguntungkan konsumen. Konsumen melihatnya berarti ada banyak pilihan. Bagi Daihatsu itu nggak papa,” kata Hendrayadi.

Lanjut Hendrayadi menambahkan, Daihatsu optimis tetap bisa bersaing di tengah ketatnya industri otomotif Indonesia seiring kehadiran brand-brand non Jepang tersebut. Alasannya karena memiliki model-model mobil yang kuat di rentang harga di bawah Rp 300 jutaan. Selain itu, juga didukung jaringan purnajual yang sudah mapan di seluruh Indonesia.

Baca juga Review Spesifikasi Daihatsu Xenia 2022

“Tetapi Daihatsu percaya bahwa dengan brand Daihatsu yang sudah lama, maka rasanya segmen Daihatsu pasti masih tetap ada ya. Masih bisa bersaing dengan brand-brand yang baru masuk tersebut,” sambungnya.

“Selain memiliki produk yang diinginkan masyarakat Indonesia, terbukti dengan pangsa pasar kedua minimal 17%, Daihatsu juga dikenal dengan layanan purna jual yang lebih murah, biaya servis dan juga jaringan yang luas, ini” Maka ketika konsumen Daihatsu, di Di desa-desa sangat mudah untuk mendapatkan suku cadang. Ini salah satu (manfaat) yang diinginkan konsumen,” kata Hendrayadi.

Penutup :

Dari sedikit informasi di atas semoga memberikan tambahan mengenai anda dari apa yang sajikan saat ini. Semoga artikel yang membahas Negara China dan Korea Incar Industri Otomotif Indonesia, Pabrikan Jepang waspada  Ini menjadikan anda semakin tertarik dengan mudahnya mendapatkan informasi otmotif dari dari internet.

Artikel di kutip dari berbagai sumber dan kami rangkum kembali dengan bahasa yang sebaik mungkin. dan jangan lupa share postingan ini ke sosial media kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.