8 Hal yang Perlu Diperhatikan Pengemudi di Jalan Tol

Bagi para pengemudi pemula, berkendara di jalan tol mungkin menjadi suatu hal yang menantang sekaligus menegangkan. Kondisi lalu lintas yang ramai dan kecepatan mobil yang rata-rata cukup tinggi, tak jarang membuat para pengemudi pemula menjadi gugup.

8 Hal yang Perlu Diperhatikan Pengemudi Pemula Saat Melewati Jalan Tol


Tentu saja, sikap gugup tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menjadi penyebab pengemudi tersebut melakukan kesalahan.
Oleh karena itu, guna mencegah terjadinya gugup yang dapat menyebabkan kesalahan bertindak saat mengemudi. Senior instructor sekaligus founder dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan ada 8 hal yang harus dipahami oleh para pengemudi pemula saat pertama kali berkendara di jalan tol.

1. Sesuaikan kecepatan dengan sekitarnya
Yang pertama harus dilakukan oleh pengemudi pemula saat di jalan tol ialah jangan melakukan perbedaan kecepatan yang signifikan. Sesuaikan kecepatan mobil dengan kendaraan di sekitar.
“Pelan, itu bukan berarti dia dan orang lain akan aman. Karena terlalu pelan pun, justru akan membahayakan dirinya dan orang lain di sekitarnya,” ujar Jusri saat dihubungi kumparan, beberapa waktu lalu.
Jusri pun menyarankan agar sesuaikan kecepatan mobil dengan kondisi lalu lintas dan kecepatan mobil lain di sekitarnya. Batas toleransi perbedaan percepatan yang dianjurkan menurut Jusri, yaitu hanya 10 persen.
“Kalau mereka 60 km/jam, kita mungkin 65 km/jam. Atau kalau mau lebih pelannya, usahakan hanya 55 km/jam atau 50 km/jam lah paling maksimal,” tambah Jusri.

2. Hindari perpindahan jalur secara mendadak
Selanjutnya, Jusri menyarankan agar pengemudi pemula menghindari melakukan manuver atau perpindahan jalur secara mendadak.
“Lakukanlah manuver atau perpindahan jalur secara bertahap dan komunikatif, yaitu menggunakan lampu sein,” jelas Jusri.
Dengan melakukan manuver dan berpindah jalur secara mendadak dan tidak komunikatif, dikhawatirkan akan membuat pengendara lain di sekitarnya menjadi kaget dan berbahaya.

3. Gunakan jalur kiri
Apabila saat berkendara di jalan tol tersebut, pengemudi pemula merasa gugup dan bingung. Jusri menyarankan agar menggunakan jalur paling kiri dan bersabar mengikuti antrean.
“Kalau dia terlalu pelan atau gugup, maka tempatkan mobilnya di jalur truk, jangan ambil jalur tengah atau paling kanan, disitu saja konsisten ikut antrean truk,” beber Jusri.
Pasalnya, bila pengemudi pemula tersebut memilih jalur tengah atau paling kanan, dikhawatirkan akan membuat pengemudi tersebut, merasa terintimidasi dengan kendaraan-kendaraan kencang dari kanan dan kirinya.
“Akhirnya dengan dia merasa terintimidasi, dia akan panik, takut dan bisa melakukan kesalahan,” ucap Jusri.
Bila dirasa ragu dan belum siap untuk masuk ke jalan tol, Jusri pun menyarankan agar pengemudi pemula tersebut memilih menggunakan jalur lain yang non-tol.

4. Pilih rute perjalanan sebelum memulai perjalanan
Salah satu hal yang sering menjadi penyebab timbulnya kepanikan bagi pengemudi pemula, ialah menyoal rute perjalanan. Tidak jarang, pengemudi pemula akan bingung harus melalui jalur yang mana.
Sehingga disarankan, agar para pengemudi pemula melakukan pencarian dan memilih rute perjalanan, sebelum mobil bergerak atau memulai perjalanan.
“Jangan dia masih baru mengemudi, terus masih bingung belum tau mau kemana jalurnya, yang ada akan tambah stres,” beber Jusri.

5. Kendalikan mental berkendara
Saat pertama mengemudi di jalan tol, sebaiknya hindari mendapatkan tekanan dari manapun, termasuk para penumpang. Yakinkan diri sendiri, bahwa Anda bisa menguasai mobil tersebut di jalan tol.
Dengan banyaknya tekanan dari penumpang, tentu akan membuat pengemudi menjadi semakin panik dan stress.
“Jadi kalau mendapatkan tekanan seperti itu, misal harus kiri, kanan, tambah gas, gunakan lajur ini itu, pengemudi harus calm down dan enggak ada salahnya untuk mengingatkan penumpang tersebut untuk tidak mengganggu,” jelasnya.

6. Hindari terganggu dengan situasi di luar mobil
Saat sedang mengemudi, usahakan agar fokus pengemudi hanyalah ke arah depan, kanan, kiri, dan belakang. Hindari kehilangan fokus akibat situasi di luar mobil.
“Jangan dia lihat ada mobil, ada cewek, ada bus, atau objek apapun yang menarik, lalu pandangannya kesana-kesini.,” ucap Jusri.

7. Hindari terganggu dengan handphone
Ya, selanjutnya Jusri menyarankan agar para pengemudi pemula menghindari menggunakan telepon genggam, baik itu melakukan chatting ataupun hanya sekadar mengangkat telepon.
“Jangan ditambah multi tugas saat sedang mengemudi, ada telepon diangkat, lalu ada head unit dibesarkan volumenya, ini akan mengganggu,” papar Jusri.

8. Lakukan penyesuaian dan adaptasi dengan cepat
Hal terakhir yang harus dilakukan, ialah melakukan penyesuaian dan adaptasi secara cepat. Tidak hanya dari aspek mobil saja, situasi kota baru, dan lingkungan sekitarnya juga menuntut para pengemudi pemula untuk cepat melakukan penyesuaian dan adaptasi.
“Karena kadang yang tadinya biasa bawa minibus, lalu disuruh bawa hatchback, atau biasanya bawa mobil matic, disuruh bawa manual, belum lagi misal dia pergi ke kota baru yang sebelumnya enggak pernah kesana, ini pasti dia akan stress dan takut,” pungkas Jusri.
Dengan cepat melakukan adaptasi dan penyesuaian, akan sangat membantu pengemudi pemula tersebut menghilangkan rasa gugup yang dialaminya.

Credit : Kumparan.com

(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.