Pahami Efek Gunakan Transmisi ‘P’ pada Mobil Matik di Lampu Merah

Saat ini kebanyakan mobil sudah menggunakan sistem transmisi otomatis. Meski dari segi harga lebih mahal, mobil matik cenderung lebih banyak diminati.

Bukan tanpa sebab, transmisi matik memang lebih mudah dioperasikan. Pengemudi tinggal memindahkan gigi Netral ke Drive tanpa harus menginjak kopling, dan langsung tancap gas.

Namun di balik kemudahan itu, pemilik mobil matik harus lebih perhatian soal perawatan khususnya pada komponen yang penting perannya, seperti oli transmisi.

Menurut Service Manager Honda Mitra Lenteng Agung, Winlly Y.O Wawolumaya, oli transmisi matik bisa bertahan hingga pemakaian 80.000 km, khususnya jika mobil sering dipakai pada jalan raya yang masih bebas hambatan.

Sebaliknya, oli transmisi harus lebih cepat diganti apabila mobil kerap terjebak di jalanan yang macet. Bahayanya bila telat melakukan penggantian, komponen transmisi bisa rusak.

Penyebabnya karena oli yang sudah kurang baik tapi kita diamkan saja, kita hanya tahu 80.000 km baru ganti, tapi ternyata kenyataannya harus lebih cepat,” kata Winlly saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu.

Transmisi ‘P

Selain itu, menurut Winlly, sering memasang tuas gigi P atau Parking saat berhenti di lampu merah, juga bisa memperpendek umur oli dan gir transmisi.

Ia menyarankan, ketika berhenti di lampu merah lebih baik menggunakan tuas gigi ‘N’ atau Netral dengan bantuan rem tangan.

Kalau pasang gigi P saat berhenti, ada sirkulasi oli di ruang mesin yang terganjal dan tidak bekerja. Sedangkan saat memakai gigi N dan diam di tempat, itu (sistem transmisi) berputar, sehingga merawat sirkulasi gir di CVT dan oli transmisi,” jelas Winlly.

Sementara untuk perawatan komponen transmisi seperti oli dan gir, khususnya yang bersistem CVT memang lebih mahal. Winlly menyarankan sebisa mungkin melakukan perawatan, berbarengan dengan servis berkala karena jasanya tidak perlu bayar, hanya spare part-nya saja.

“Untuk oli transmisi mobil matik estimasi harganya berkisar Rp 85 ribu-Rp 600 ribu. Tapi untuk standarnya kami biasanya menggunakan oli transmisi CVT kurang lebih sekitar Rp 345 ribu,” pungkasnya.[source: kumparan.com]

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.