Mulai Bulan Depan, Beli Mobil Baru Lebih Murah, Bagaimana Nasib Mobil Bekas? | GAET.co.id
Peristiwa, industri dan teknologi otomotif terlengkap Indonesia

Mulai Bulan Depan, Beli Mobil Baru Lebih Murah, Bagaimana Nasib Mobil Bekas?

GAET OTOMOTIF | Berita Otomotif Terlengkap– Baru-baru ini Pemerintah memberikan relaksasi terhadap PPnBM untuk mobil yang memiliki segmen kurang dari 1.500 cc kategori sedan. Informasi berkaitan dengan pembelian mobil ini mulai Maret 2021 yang mana akan diberikan selamma 3 bulan pertama dari Maret-Mei 2021.

Pada periode bulan tersebut, masyarakat yang membeli mobil baru kategori tersebut dibebaskan atau tidak dibebankan PPnBM.

Selanjutnya pada 3 bulan berikut yakni Juni-Agustus 2021, PPnBM hanya dikenakan 50% dari tarif normal. Selanjutnya selama 4 bulan dari September – Desember 2021 PPnBM berlaku 25% dari tarif normal.

Kondisi ini disebut-sebut akan mempengaruhi pendapatan para pedagang mobil bekas. Chief Operating Officer Mobil88 Halomoan Fischer mengungkapkan pada 3 bulan pertama implementasi kebijakan tersebut, di mana PPnBM mo ≤ 1.500 cc kategori sedan dan 4×2 dibebaskan, maka para pedagang mobil bekas akan mengalami koreksi pendapatan bersih atau profit. Pasalnya, para pedagang mobil bekas juga harus menurunkan harga jual mobil bekas yang sebelumnya dibeli dengan harga normal.

“Di awal-awal penerapan kebijakan PPnBM ini memang ada sedikit ancaman bagi kami pedagang mobil bekas bahwa pada saat nanti mobil baru ada penyesuaian harga, kan kami keburu pegang stok dengan nilai yang lama. Jadi mungkin bisa ada koreksi sedikit harga, ada sedikit koreksi profit,” kata Halomoan dalam live d’Rooftalk edisi ‘Mobil Murah Harga Corona’, Rabu (17/2/2021).

Penjualan mobil baru sendiri diprediksi akan naik dengan dibebaskannya PPnBM pada Maret-Mei, dan setelahnya diberikan diskon. Meski begitu, Halomoan optimistis naiknya penjualan mobil baru turut mengerek penjualan mobil bekas. Dengan demikian, volume penjualan mobil bekas akan naik meskipun harganya harus turun.

“Mobil bekas itu mengikuti industri mobil barunya. Kalau industri mobil baru bergerak naik, maka mobil bekas naik juga. Jadi kalau kebijakan ini bisa naikkan volume penjualan mobil baru, saya optimistis di mobil bekas juga naik,” urai dia.

Sebagaimana dengan kebijakan yang telah ada untuk periode Juni-Agustus dan September-Desember penjual mobil bekas bisa menyesuaikan harga tersebut dan mengambil keuntungan dari sana.

Berita Terkait
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.