Hyundai Akan Recall 82 Ribu Mobil Listrik Menjadi Baterai | GAET.co.id

Hyundai Akan Recall 82 Ribu Mobil Listrik Menjadi Baterai

https://gaet.co.id/ – Hyundai Motor akan mengganti sistem baterai di sekitar 82.000 kendaraan listrik secara global karena risiko kebakaran. Recall ini diperkirakan menghabiskan dana sekitar US$ 900 juta (setara Rp 12,8 triliun, kurs saat ini US$ 1 = Rp 14.213).

Penarikan kembali ini adalah salah satu penggantian paket baterai massal pertama yang dilakukan oleh produsen mobil besar. Peneliti senior di Korea Institute for Industrial Economics & Trade, Lee Hang-koo, menjelaskan, hal ini penting bagi Hyundai karena masih berada di tahap awal era kendaraan listrik.

“Bagaimana Hyundai menangani hal ini akan menjadi preseden tidak hanya di Korea Selatan, tapi juga untuk negara lain,” ujar dia, seperti dikutip Reuters, Rabu, 24 Februari 2021.

Penarikan itu sebagian besar menyangkut Kona EV, mobil listrik terlaris Hyundai yang pertama kali ditarik akhir tahun lalu untuk peningkatan perangkat lunak setelah serentetan kasus kebakaran. Namun, salah satu Kona EV yang ditarik terbakar pada Januari, dan otoritas Korea Selatan meluncurkan penyelidikan apakah penarikan pertama sudah memadai.

LG Energy Solution, sebuah divisi dari LG Chem Ltd yang memproduksi baterai, dengan cepat menangkis kritik. Dalam sebuah pernyataan, LG menerangkan, Hyundai salah menerapkan saran LG untuk logika pengisian cepat dalam sistem manajemen baterai.

“Sel baterai tidak boleh dilihat sebagai penyebab langsung dari risiko kebakaran,” kata pihak LG.

Kementerian transportasi Korea Selatan mengatakan, beberapa cacat telah ditemukan di beberapa sel baterai yang diproduksi di pabrik LG Energy di China. Sementara Hyundai tidak berkomentar tentang penyebab kebakaran.

Hyundai menolak mengomentari pernyataan LG Energy atau memberikan rincian kapan akan menghitung biaya. “Kami akan menunggu hasil penyelidikan kementerian transportasi terlebih dahulu,” kata Hyundai.

Penarikan kembali berlaku untuk hampir 76.000 Hyundai Kona EV yang dibuat antara 2018 dan 2020, termasuk sekitar 25.000 yang dijual di Korea Selatan. Beberapa model Hyundai Ioniq EV dan bus Kota Elec juga termasuk dalam penarikan tersebut.

Perkiraan biaya US$ 900 juta termasuk 38,9 miliar won yang dihabiskan untuk penarikan pertama. Ada sekitar 15 kasus kebakaran yang melibatkan Kona EV, 11 di antaranya di Korea Selatan, dua di Kanada dan masing-masing satu di Finlandia dan Austria.

“Pemilik Hyundai Kona EV dan Ioniq EV disarankan untuk membatasi pengisian baterai hingga 90 persen dari kapasitas hingga baterai diganti,” ujar Hyundai.

Berita Terkait
Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.